Minggu, 08 Januari 2012

PENDERITAAN MEMBAWA KEBAHAGIAAN
Dalam kehidupan ini, semua orang pasti tidak ingin mengalami penderitaan, mereka inginnya kebahagiaan, kesenangan, dan apa yang mereka inginkan tercapai. Tetapi itu tidak mungkin, siapa yang hidup di dunia pasti dia akan merasakan yang namanya penderitaan, baik lama maupun sebentar. Tetapi ingatlah bahwa penderitaan itu tidak selamanya menyakitkan, ada juga yang menyenangkan contohnya kehamilan.
Dalam kesempatan ini Saya ingin bercerita seputar pengorbanan seorang ibu ketika harus memperjuangkan nyawa yang ada di dalam perutnya. Pernahkah Anda membayangkan dan merasa iba terhadap ibu Anda yang telah melahirkan dan membesarkan Anda? Saya yakin Anda pasti belum pernah membayangkan sebelumnya, sehingga Anda berlaku kasar dan tidak hormat pada kedua orang tua Anda. Oleh karena itu, Saya ingin memberikan gambaran kepada Anda betapa susah dan menderitanya ibu Anda ketika itu.
Awal pertama kehamilan ibu akan merasa lesu, lemas, letih dan tidak enak badan sampai ibu tidak mempunyai nafsu makan, itu beliau rasakan selama berbulan-bulan lamanya. Menginjak usia kandungan dua bulan ibu sudah merasa mual, perut terasa tidak enak, ingin muntah hampir selama tiga bulan tetapi ibu tetap dengan senang dan gembira menjalani semua itu dan ibu tetap harus makan makanan yang bergizi sekalipun itu bukan makanan yang ibu senangi dia tetap akan memakannya demi pertumbuhan sang bayi. Ibu rela melakukan apa saja demi kesehatan dan keselamatan anaknya. Tapi mungkinkah Anda melakukan hal itu untuknya?.setelah itu kandungan yang semakin membesar membuat ibu kesulitan melakukan sesuatu, tidurpun ibu tidak pernah merasa nyenyak dan itupun ibu lakukan dengan member bantal pada depan perut dan belakang karena posisi ibu harus miring saat tidur agar terasa nyaman.itu beliau alami selama Sembilan bulan lamanya. Pada saat usia kandungan sudah mencapai Sembilan bulan ibu sudah tidak tenang karena terbayang-bayang kapan lahirnya?, persalinannya bagaimana lancar apa tidak?, Bagaimana dengan anaknya nanti?. Dan yang lebih memdebarkan lagi saat prosesi persalinan perjalan, ibu merasakan kesakitan yang amat dahsyat dan beliau harus rela mengorbankan nyawanya demi sang anak. Setelah lahir ibu merawatnya sampai tumbuh menjadi orang dewasa tapi ketika Anda dewasa, Anda malah menyia-nyiakan ibu yang telah melahirkan Anda dengan bersikap tidak hormat dan patuh padanya.tetapi Saya berharap semoga Anda bukan termasuk dari golongan tersebut. Patuhilah kedua orangtua kita jangan berkata kasar padanya karena hanya itu yang akan membuat mereka bahagia, melihat buah hati mereka hormat dan patuh padanya.
Semoga cerita singkat ini dapat menggugah hati kecil Anda untuk lebih bersikap baik lagi dari yang sebelumnya. Amien………….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar