PENDERITAAN
MEMBAWA KEBAHAGIAAN
Dalam
kehidupan ini, semua orang pasti tidak ingin mengalami penderitaan, mereka
inginnya kebahagiaan, kesenangan, dan apa yang mereka inginkan tercapai. Tetapi
itu tidak mungkin, siapa yang hidup di dunia pasti dia akan merasakan yang
namanya penderitaan, baik lama maupun sebentar. Tetapi ingatlah bahwa
penderitaan itu tidak selamanya menyakitkan, ada juga yang menyenangkan
contohnya kehamilan.
Dalam
kesempatan ini Saya ingin bercerita seputar pengorbanan seorang ibu ketika harus
memperjuangkan nyawa yang ada di dalam perutnya. Pernahkah Anda membayangkan
dan merasa iba terhadap ibu Anda yang telah melahirkan dan membesarkan Anda?
Saya yakin Anda pasti belum pernah membayangkan sebelumnya, sehingga Anda
berlaku kasar dan tidak hormat pada kedua orang tua Anda. Oleh karena itu, Saya
ingin memberikan gambaran kepada Anda betapa susah dan menderitanya ibu Anda
ketika itu.
Awal
pertama kehamilan ibu akan merasa lesu, lemas, letih dan tidak enak badan
sampai ibu tidak mempunyai nafsu makan, itu beliau rasakan selama
berbulan-bulan lamanya. Menginjak usia kandungan dua bulan ibu sudah merasa
mual, perut terasa tidak enak, ingin muntah hampir selama tiga bulan tetapi ibu
tetap dengan senang dan gembira menjalani semua itu dan ibu tetap harus makan
makanan yang bergizi sekalipun itu bukan makanan yang ibu senangi dia tetap
akan memakannya demi pertumbuhan sang bayi. Ibu rela melakukan apa saja demi
kesehatan dan keselamatan anaknya. Tapi mungkinkah Anda melakukan hal itu
untuknya?.setelah itu kandungan yang semakin membesar membuat ibu kesulitan
melakukan sesuatu, tidurpun ibu tidak pernah merasa nyenyak dan itupun ibu
lakukan dengan member bantal pada depan perut dan belakang karena posisi ibu
harus miring saat tidur agar terasa nyaman.itu beliau alami selama Sembilan
bulan lamanya. Pada saat usia kandungan sudah mencapai Sembilan bulan ibu sudah
tidak tenang karena terbayang-bayang kapan lahirnya?, persalinannya bagaimana
lancar apa tidak?, Bagaimana dengan anaknya nanti?. Dan yang lebih memdebarkan
lagi saat prosesi persalinan perjalan, ibu merasakan kesakitan yang amat
dahsyat dan beliau harus rela mengorbankan nyawanya demi sang anak. Setelah
lahir ibu merawatnya sampai tumbuh menjadi orang dewasa tapi ketika Anda
dewasa, Anda malah menyia-nyiakan ibu yang telah melahirkan Anda dengan
bersikap tidak hormat dan patuh padanya.tetapi Saya berharap semoga Anda bukan
termasuk dari golongan tersebut. Patuhilah kedua orangtua kita jangan berkata
kasar padanya karena hanya itu yang akan membuat mereka bahagia, melihat buah
hati mereka hormat dan patuh padanya.
Semoga
cerita singkat ini dapat menggugah hati kecil Anda untuk lebih bersikap baik
lagi dari yang sebelumnya. Amien………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar